

The Edge Bali, salah satu resor vila mewah paling ikonik di dunia yang bertengger di tebing dramatis Uluwatu, secara resmi mengumumkan evolusi menyeluruh dari pengalaman tamu bintang limanya. Dengan mengintegrasikan proyek keberlanjutan kelas dunia yang terukur langsung ke dalam operasional sehari-hari, resor ini telah bermitra dengan Eco Tourism Bali (ETB) untuk mengejar Eco Climate Badge yang baru saja diperbarui, guna memperkuat dedikasinya terhadap ketahanan iklim, inovasi pengelolaan limbah, dan kemewahan yang berdampak positif bagi alam.
Seiring bergesernya tren perjalanan mewah global dari keramahan pasif menuju pengelolaan planet yang aktif, The Edge Bali membuktikan bahwa estetika elite dan etika lingkungan dapat berdampingan dengan harmonis. Di bawah panduan Nyoman Suasa, peta jalan berlapis dari resor ini menargetkan sistem lingkaran tertutup (closed-loop system) yang dirancang untuk melestarikan keindahan alam asli pulau ini. "Keberlanjutan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan," tegas Nyoman Suasa, merangkum etos properti tersebut.

100% Pengalihan Limbah Organik via Magi Farm: Melalui pendekatan inovatif dalam pengelolaan limbah makanan, The Edge Bali telah bermitra dengan Magi Farm untuk mengatasi limbah dapur dan organik menggunakan larva lalat tentara hitam (black soldier fly) untuk memproses limbah secara alami. Sistem biokonversi ini memungkinkan resor untuk mengalihkan hingga 100% limbah makanannya dari tempat pembuangan akhir (TPA) di Bali, sekaligus menghasilkan kompos organik kaya nutrisi yang langsung digunakan kembali untuk menyuburkan lanskap tebing resor yang asri.

Pelindung Taman Hijau: Untuk memastikan kesegaran bahan makanan yang bersumber langsung dari kebun (farm-to-table) sekaligus melindungi keanekaragaman hayati setempat, resor ini menghadirkan "Pelindung Taman Hijau", sebuah proyek visioner yang dirancang oleh Executive Chef Nyoman Suasa. Fasilitas hijau pelindung ini membudidayakan tanaman herbal segar dan berkualitas tinggi (artisanal) yang digunakan setiap hari di seluruh gerai kuliner elite milik properti ini. Fasilitas berbentuk sangkar ini memiliki fungsi ganda: menghalau satwa liar setempat dan monyet-monyet jahil, sekaligus secara signifikan menekan jejak karbon yang biasanya dihasilkan dari produk impor.

Rumah Jamur Mandiri: Melanjutkan perjalanannya menuju kemandirian kuliner, The Edge Bali mengoperasikan Rumah Jamur khusus, yang membudidayakan berbagai varietas jamur organik sepenuhnya secara mandiri untuk menyajikan bahan-bahan segar hasil budi daya sendiri langsung ke piring para tamu.
Produksi Eco-Enzyme Mandiri: Sebagai komponen lain dari sistem lingkaran tertutupnya (closed-loop system), resor ini memanfaatkan limbah dapur organik (sisa buah dan sayuran) yang difermentasi dengan gula dan air selama kurang lebih tiga bulan untuk menciptakan cairan alami serbaguna. Eco-enzyme ini berfungsi sebagai agen pembersih ramah lingkungan, pupuk, dan pemurni lingkungan.

Daur Ulang Minyak Jelantah (Used Cooking Oil / UCO) Berkelanjutan bersama Noovoleum: Bermitra dengan solusi UCOllect dari Noovoleum, The Edge Bali memastikan seluruh minyak jelantah dari operasionalnya dikumpulkan kembali secara aman dan berkelanjutan. Minyak jelantah ini diubah menjadi bahan bakar nabati (biofuel) yang dapat dilacak jalurnya, seperti Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel / SAF), guna memperkuat komitmen resor terhadap ekonomi sirkular. Kemitraan ini juga berkontribusi pada pemberdayaan komunitas lokal dengan menghasilkan sistem bagi hasil serta mendukung pemanfaatan kembali (upcycling) minyak jelantah menjadi produk berguna seperti sabun dan lilin.

Kemitraan Penyelamatan Makanan bersama Scholars of Sustenance (SOS) Indonesia: The Edge Bali berpartisipasi aktif dalam misi 'Zero Food Waste and Zero Hunger' (Bebas Makanan Terbuang dan Bebas Kelaparan) melalui kemitraan dengan Scholars of Sustenance (SOS) Indonesia. Dengan membagikan makanan berlebih dari dapur, resor ini memastikan nutrisi yang berharga dialihkan dari tempat pembuangan akhir (TPA) dan didistribusikan kembali kepada komunitas yang membutuhkan dan rentan di seluruh Bali, guna memperkuat komitmen resor terhadap dampak sosial dan kesetaraan pangan.

Mesin Pengomposan di Tempat: Untuk menyempurnakan model bebas limbah (zero-waste) di resor ini, sebuah mesin pengomposan di tempat (on-site composting machine) memproses limbah organik yang dihasilkan oleh resor, mengubahnya menjadi kompos berkualitas tinggi untuk digunakan pada lanskap dan taman di area properti.
Berikut adalah terjemahan teks tersebut ke dalam Bahasa Indonesia dengan gaya bahasa yang profesional dan selaras dengan siaran pers atau dokumen korporat:
Inisiatif Plastik Pariwisata Global (Global Tourism Plastics Initiative / GTPI)
The Edge Bali dengan bangga telah menjadi salah satu penandatangan komitmen Global Tourism Plastics Initiative (GTPI) sejak 15 Agustus 2025. Dipimpin oleh Program Lingkungan PBB (UN Environment Programme) dan Organisasi Pariwisata Dunia (World Tourism Organization) yang berkolaborasi dengan Ellen MacArthur Foundation, GTPI menyatukan sektor pariwisata dalam sebuah visi bersama untuk beralih menuju ekonomi sirkular untuk plastik, guna memastikan plastik tidak pernah berakhir menjadi limbah. Sebagai bagian dari komitmen ini, The Edge Bali berfokus pada tiga pilar utama—Eliminate (Eliminasi), Innovate (Inovasi), dan Circulate (Sirkulasi)—dengan serangkaian target konkret dan terukur yang ingin dicapai pada tahun 2030:
Komitmen ini melengkapi model pengelolaan limbah lingkaran tertutup (closed-loop) milik resor serta dedikasinya dalam menjaga lingkungan alam Bali.
"Keberlanjutan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan," kata Nyoman Suasa, Komite Hijau (Green Committee).

The Edge Bali dengan bangga mengumumkan bahwa, terhitung sejak Mei 2026, resor ini telah berhasil meraih Silver Tier (Tingkat Perak) untuk Eco Climate Badge dari Eco Tourism Bali (ETB). Pencapaian penting ini menandakan kepatuhan resor yang terukur dan teraudit terhadap persyaratan dasar untuk aksi iklim, serta menunjukkan kemajuan signifikan dalam konservasi sumber daya, pengelolaan limbah, dan integrasi rantai pasok yang berkelanjutan. Resor ini sekarang sedang aktif mengejar Gold Tier (Tingkat Emas), yang berfokus pada praktik regeneratif dan investasi lanjutan untuk dampak komunitas.